Beberapa bulan yang lalu saya sempat harus naik ke puncak Ijen. Perjalanan dari Surabaya cukup jauh untuk ditempuh. Kami berangkat dari Surabaya sekitar pukul 13.00 WIB dan sampai pada pos untuk pendakian Paltuding (mudah-mudahan tidak salah mengeja..) sekitar pukul 12 malam. Kebetulan pada saat yang sama semua tempat untuk istirahat (tidur) sudah dipenuhi oleh rombongan lain yang memiliki tujuan yang sama. ya... akhirnya kami serombongan harus tidur di Mushola dan beberapa di dalam mobil. Suhu di Paltuding mulai menusuk tulang ketika waktu menunjukkan sekitar pukul 2 pagi. Kami menjadwalkan pendakian pukul 4 pagi dengan harapan bisa melihat proses penambangan Belerang yang selalu dilakukan di pagi hari.
Acara ini memang saya lakukan untuk peliputan penambangan tradisional Belerang yang dilakukan oleh masyarakat sekitar Ijen. Kebetulan saya dibantu oleh teman-teman dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jawa Timur untuk menemani proses peliputan.

Tidak terasa perjalanan telah kami tempuh selama 2 jam. Namun kami baru sampai pada separuh perjalanan. Kami berhenti di pos pertama untuk peristirahatan. Kami memanfaatkan utuk makan pagi sekaligus menikmati pemandangan sekitar.
Ternyata kami harus segera berangkat lagi untuk melanjutkan perjalanan. Di tengah perjalanan saya mulai bertemu dengan pemikul-pemikul belerang dengan berat kurang lebih 70 Kg.
Saya sangat kagum dengan kegigihan mereka. Dengan beban di pundak sekitar 70 Kg mereka harus berjalan naik dan turun gunung sejauh kurang lebih 7 Km PP.... setiap hari!! Dan mau tau berapa bayaran mereka? hanya 400 rupiah saja per kilogramnya. Jadi untuk mengangkut belerang-belerang itu ke bawah, mereka cuma dapat bayaran sekitar 28 ribu saja. Itupun mereka harus menjaga kesehatan karena asap belerang yang sangat tidak sehat, dan mereka harus sering minum jamu dan kacang ijo untuk mengantisipasinya. Rata-rata mereka hanya mampu mengangkut belerang satu kali dalam sehari.
kawah sekitar 200 meter. Proses penambangan masih sangat-sangat tradisional dengan melewati beberapa fase penambangan mulai dari sublimasi hingga pencucian. Beberapa saat kami harus menutup hidung dan menahan nafas karena terpaan debu yang mengandung belerang.Pukul 11 kami harus turun karena panas sudah melai menyengat. Dilanjutkan perjalanan kembali ke Surabaya dan tiba sekitar pukul 12 malam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar